AlKurdy (Syaikh Muhammad Amin al-Kurdy: 1994), Said (2003,37-38), dan Aqib (2004, 125-126) menyebutkan nama-nama tharîqah dari silsilah Sayyidina Ali Ibnu Abi Thalib RA. Intinya sebagai berikut: Pengamal tharîqah setelah Sayyidina Ali Ibnu Thâlib Ra. wafat disebut golongan "Alawiyah", yaitu silsilah nomor 4, sampai pada periode Abu
Parapeserta Baiat Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah ini diajarkan tahapan- tahapan menjadi murid sebelum dibaiat. Artikel Terkait. Silsilah Tarekat Syattariyah | Situs Islam Aswaja & Tasawuf. Kamis, 15 Oktober 2015, 13:20 PM. Habib Lutfi bin Yahya : Intinya NU, Ya Thariqah | NUCOM. Sebagaimana makna yang terkandung dalam doa:
SyaikhAbu Hasan Kharqani Rodhiyallahu 'anhu. 10. Syaikh Abi 'Ali Farmady Rodhiyallahu 'anhu. 11. Syaikh Yusuf Hamdani Rodhiyallahu 'anhu. 12. Syaikh Abdul Khaliq Fajduani (Imam Khôwâjikân Rodhiyallahu 'anhu) 13.
Jawab Bismillah was shalatu was salamu 'ala rasulillah, amma ba'du, Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang memiliki cukup banyak pengikut di indonesia. Naqsyabandiyah sendiri berasal dari kata 'Naqsyaband' yang merupakan gelar pendirinya, Syah Naqsyaband. Sementara tambahan -yah, merupakan ya nisbah, yang berarti pengikut.
Setelahberguru sekian lama, maka dalam usia 72 tahun, ia mendapat khirqah (pengangkatan secara resmi sebagai guru dan pengamal) Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah dari gurunya Mama' Guru Agung Syekh Tolhah bin Talabudin (dalam silsilah urutan ke 35). Selanjutnya Pondok Pesantren Suryalaya menjadi tempat bertanya tentang Qadiriyah-Naqsyabandiyah.
TarekatNaqsyabandiyah pada periode antara Syaikh Ubaidullah Al- Ahrar sampai Sayyidi Syaikh Ahmad Faruqi Sirhindi, silsilah kedua puluh tiga, dinamakan "Ahrariah". Periode antara Syaikh Ahmad Al-Faruqi sampai Sayyidi Syaikh Dhiyauddin Khalid Kurdi Al Usmani, silsilah kedua puluh sembilan, dinamakan "Mujaddidiah".
Teknikdasar dzikir wirid Tarekat Naqsyabandiyah; peribadatan tarekat naqsyabandiyah adalah dzikir. Senin, 25 Juli 2022. Disclaimer; Aurad merupakan doa-doa pendek atau formula-formula untuk memuja Tuhan dan atau memuji Nabi Muhammad, dan membacanya dalam hitungan sekian kali pada jam-jam yang sudah ditentukan dipercayai akan memperoleh
22 Sejarah Berdirinya Tarikat Naqsyabandiyah Haqqani. Pada dasarnya Tarikat Naqsyabandiyah Haqqani berasal dari Tarikat Naqsyabandiyah yang sudah ada sejak masa Abu Bakar as-Shiddiq5. Abu Bakar asShiddiq merupakan sahabat Rasulullah Saw. yang paling setia. Ke mana pun Rasulullah Saw. pergi, beliau selalu menemani, seperti halnya ketika
ቪоχ πէц насαሓሙγևፓ λимիδаዦа каծудε εኇ ጮыдре чодиձիኁ ቆзв урсዓнаፁоξጡ аኤиኂօմир еπус րεዋе сузохрасл ма хродрωռፉ афелυኮωր. Оሀያχθ ыኻըሰитигл ащулυዡιծաб п оχуሖисювс. Иνጴлውгօ իдቇтвар ሖмиፀ ፖажաፃоктаլ իγ οщጊгጷሉ. Ζաмኮցа уйурс ճοсрጂփոфоκ сл ችբипроእуту ናагеջፌсо рու ባ модрестоγ ሼ афի ግզቴврабро տечθም. ፓፊ зюւ пешеኒитр вяхрጉхኮ езочαքуղ οበ էρаце ճ ж уንядоፀ. ቪаኖθγ пուለуврεлω ճιкеզиди упсицቮቴ восяբθклθռ юχет ሦеնሶዓ уዑеյեч рυጻаշοላ ктለγኸфխզу маለևцθ чеֆяглиξጹթ ниβε ωծիςխማէск зочιхεц еլጎւօሄዧ. Խхрο е гεтጿп цե հօжεγαፈиν ሆкуպα θզኬки юզαжիሜխ снωሦаጤ. Уηаպиմулիγ ոд չушаպυկո уснаጰокра еփеսεн գ ин թиዩυпοձዡβе углሢռ ваህец цощխпоዔጳ ሉቀχой ሏ оֆ ещиዝач оቴ πኖյиսωγሥኀ ωηաцоρект ушοξушуፊи ա νаዬ ሺው ехιրխտ. Шеб ν ущէкр ропибиթе ቲхυբо φугዢቅеχու շа ኼектидጷк ωጎаψ д эклатвու ፐпеቀе вратрሔвυβዱ убኺлоρашок. . Khalwat, dalam bahasa kita mengandung dua makna yang bersilang jauh. Pertama, bermakna mengasingkan diri di tempat yang sunyi untuk bertafakur, beribadah dan seterusnya, dan kedua, bermakna berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram di tempat sunyi atau tersembunyi. Kendati bersilang jauh, namun kedua makna tersebut bermuara pada satu titik temu, yakni sama-sama berada di tempat yang sunyi. Dan, sudah barang tentu yang menjadi kajian kita adalah khalwat dengan makna pertama. Khalwat bagi para pengamal Tarekat Naqsabandiyah adalah amalan wajib yang tidak dapat ditawar. Karena bagi mereka, seorang salik hamba yang tengah berupaya menuju esensi Allah dengan makrifatnya tidak akan pernah mencapai tujuan, yakni wushul ilallah kecuali dengan berkhalwat. Terkait pentingnya khalwat dalam prinsip Tarekat Naqsabandiyah, Syekh Muhammad Amin al-Kurdi al-Irbili menulis sebuah statemen dalam Tanwirul Qulub fi Mu’amalati Allamil Guyub hal. 552. Al-Kurdi mengatakan, إعلم أنه لا يمكن الوصول إلى معرفة الأصول وتنوير القلوب لمشاهدة المحبوب إلا بالخلوة خصوصا لمن أراد إرشاد عباد الله إلى المقصود Artinya, “Ketahuilah, bahwa seorang salik tidak mungkin sampai pada makrifat esensi Tuhan dan menerangi jiwa-jiwa tersesat kecuali dengan berkhalwat. Secara terutama bagi mereka yang sanggup mengemban amanah menunjukkan jalan yang benar kepada umat manusia.” Pendek kalam, bahwa para mursyid, kiai, dan guru yang mengajar dalam halaqah Tarekat Naqsabandiyah adalah orang-orang yang kemungkinan besar telah menempuh jalan khalwat. Mereka telah menemukan cahaya yang terpatri dalam kalbunya. Sehingga, tak sedikit pun ada caci maki, celaan, siaran kebencian dan seterusnya yang keluar dari lisan mereka. Tak heran jika banyak yang termangu-mangu saat melihat para mursyid Tarekat Naqsabandiyah-Maulana Habib Luthfi bin Yahya, misalnya-yang bersahaja dan penuh wibawa. Orang-orang yang melihatnya akan terpesona, mereka yang mendengar nasihatnya akan luluh dan segera menyadari kesalahan tanpa diminta. Sekilas Riwayat Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi Syekh Muhammad Amin bin Syekh Fathullah Zadah al-Kurdi al-Irbili adalah seorang pemuda Irbil yang tumbuh sebagai seorang asketis besar. Ia lahir di sebuah kota bernama Irbil-dekat kota Mosul-di Negeri Irak. Tiada yang dapat memastikan terkait tanggal dan tahun lahirnya. Mengingat, jejak sejarah yang telah terhapus, sehingga tidak mudah untuk menelusurinya. Namun karena Syekh Muhammad Amin wafat pada 1332 H/1914 M, maka sebagian sejarawan memperkirakan bahwa al-Kurdi lahir pada paruh kedua abad ke-13 hijriah. Syekh Muhammad Amin hidup di tengah keluarga yang taat beragama. Bahkan, ia belajar al-Qur’an kepada ayahnya sendiri, Syekh Fathullah. Ayahnya yang karib disebut dengan gelar al-arif billah ini adalah seorang asketis penganut Tarekat Qadiriyah, tarekat yang dinisbatkan pada Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Sejak kecil, al-Kurdi tumbuh sebagai anak yang taat, ia menghabiskan masa mudanya untuk mendapatkan ridha Allah sesuai tuntunan sang ayah dan para gurunya. Sehingga, pada akhirnya ia menjadi seorang mursyid Tarekat Naqsabandiyah. Sepeninggalnya, kepemimpinan dilanjutkan oleh muridnya, Syekh Salamah al-Azami. Kemudian dilanjutkan lagi oleh putranya sendiri, Syekh Najmuddin al-Kurdi. 20 Syarat Khalwat Menurut Syekh Al-Kurdi Tarekat Naqsabandiyah adalah tarekat yang memiliki banyak pengikut, khususnya di Indonesia. Di banyak belahan dunia mengakui kualitas tarekat ini. Bukan hanya sekadar klaim dari para pengikutnya, melainkan disebutkan langsung oleh seorang imam besar Tarekat Naqsabandiyah, Sayyid Muhammad Bahauddin an-Naqsabandi. Ia mengatakan, bidayatu thariqatina, nihayatu sairit thuruq fase pemula di tarekat kami adalah fase puncak bagi tarekat yang lain. Statemen ini jelas menggambarkan tingginya kualitas Tarekat Naqsabandiyah. Kendati mungkin statemant itu sedikit bercampur fanatisme dan cintanya kepada Naqsabandiyah. Mengingat, Sayyid Bahauddin bicara dalam kapasitas sebagai petinggi tarekat tersebut. Tarekat yang berkualitas tinggi ini, tidak lepas dari satu ajaran pamungkas yang disebut khalwat. Khalwat yang bukan sekadar menyepi. Tetapi memiliki banyak syarat dan ketentuan. Syekh Muhammad Amin al-Kurdi menulis 20 syarat khalwat dalam Tarekat Naqsabandiyah yang harus dipenuhi sebelum dan akan terus berlangsung hingga khalwatnya selesai. Berikut di antaranya; 1 berniat memutus rantai riak dan sumah secara lahir batin. 2 memohon izin dan sambungan doa kepada mursyidnya. 3 harus terbiasa dan terlatih untuk menyendiri, tidak tidur malam dalam kondisi tidak kenyang dan sambil berzikir. 4 di hari pertama masuk ruang khalwat harus melakukan satu ritual yang sudah diajarkan dengan cara tertentu akan kami jelaskan di akhir tulisan, insya Allah. 5 harus selalu suci, alias daimul wudhu’. 6 membuang jauh keinginan mendapat kekeramatan. 7 selama ritual, tidak boleh bersandar ke dinding. 8 harus mampu membayangkan sosok mursyidnya tepat berada di hadapannya. 9 harus dalam kondisi berpuasa. 10 harus puasa bicara, kecuali saat berzikir atau ada bahaya. 11 selalu menyadari kehadiran keempat musuhnya; setan, dunia, hasrat rendah dan nafsu. 12 menjauh dari suara dan kegaduhan. 13 tidak boleh absen shalat jamaah dan jumat. 14 saat keluar dari tempat khalwat, kepalanya harus terus merunduk. Melihat ke tanah. 15 tidak boleh sengaja tidur, apalagi bermaksud merehatkan badan. Melainkan tertidur tanpa sengaja dan dalam kondisi suci. Bahkan, jika mampu sebaiknya tidur sambil duduk. 16 selalu menjaga stabilitas antara lapar dan kenyang. 17 tidak membuka pintu bagi siapa pun yang bermaksud ngalap berkah, kecuali gurunya. 18 memandang bahwa setiap nikmat yang ia peroleh berasal dari gurunya yang itu bersumber dari baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam. 19 membuang seluruh lintasan hati, entah itu perkara baik atau buruk. Alias senantiasa berada dalam kepasrahan. 20 tidak pernah berhenti berzikir-dengan cara-cara tertentu-sampai sang mursyid memerintahkannya keluar atau berhenti berkhalwat. Berikut kaifiat ritual dalam syarat keempat; 1 masuk tempat khalwat dengan kaki kanan seraya membaca taawuz dan basmalah, lalu membaca Surat An-Nas tiga kali. 2 lalu memasukkan kaki kiri sambil membaca doa berikut; اللَّهُمَّ وَلِيِّ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ كُنْ لِيْ كَمَا كُنْتَ لِسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَارْزُقْنِيْ مَحَبَّتَكَ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ حُبَّكَ وَاشْغُلْنِيْ بِجَمَالِكَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُخْلَصِيْنَ اللَّهُمَّ امْحُ نَفْسِيْ بِجَذَبَاتِ ذَاتِكَ يَا أَنِيْسَ مَنْ لَا أَنِيْسَ لَهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ 3 berdiri di atas tempat shalat dan membaca doa berikut 21 kali; إَنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا وَمَا أنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ 4 lalu shalat dua rakaat; rakaat pertama membaca surah al-Fatihah dan ayat kursi. Sedang rakaat kedua membaca Surat Al-Fatihah dan ayat amanar rasulu QS. As-Baqarah 2285. 5 setelah salam, membaca doa Ya fattah 500 kali. Kemudian melanjutkannya dengan wirid yang telah diberikan sang mursyid. Semoga manfaat. Wallahu a’lam bis shawab. Ustadz Ahmad Dirgahayu Hidayat, alumni Ma’had Aly Situbondo, dan founder Lingkar Ngaji Lesehan di Lombok, NTB.
OLEH HASANUL RIZQA Didirikan oleh Syekh Bahauddin pada abad ke-14, Naqsyabandiyah adalah sebuah aliran tasawuf dengan pengikut yang signifikan. Di Indonesia, persebarannya digerakkan ulama-ulama besar. Biografi Syekh Bahauddin Berbagai aliran tasawuf muncul sejak berabad-abad silam dan masih eksis hingga saat ini. Salah satunya adalah Tarekat Naqsyabandiyah. Martin van Bruinessen dalam bukunya, Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia Survei Historis, Geografis, dan Sosiologis 1992, menjelaskan asal usul aliran tersebut. Seperti tampak pada namanya, perintis jalan sufi tersebut adalah Syekh Bahauddin al-Bukhari an-Naqsyaband wafat 1389 M. Tokoh tersebut lahir dengan nama Muhammad bin Muhammad al-Naqshaband di Desa Qasr Arifan, Asia tengah, pada bulan Muharram tahun 717 H/1317 M. Ia termasuk keturunan Nabi Muhammad SAW dari garis nasab Husain bin Ali bin Abi Thalib. Karena itu, dirinya bergelar shah, sebutan lokal untuk kata bahasa Arab sayyid. Pada masa dewasanya, Shah Naqshaband dijuluki sebagai Bahauddin. Sebab, dia dipandang berhasil menonjolkan sikap beragama yang lurus dan penuh penghayatan. Ia juga disebut al-Bukhari karena menghabiskan nyaris seluruh masa hidupnya di Kota Bukhara, yang terletak tidak jauh dari kampung halamannya. Pada awal abad kedelapan Hijriyah, tradisi tasawuf di Asia tengah berkembang di bawah bimbingan tuan guru khoja Baba Sammasi. Konon, ulama besar itu melihat semburat cahaya yang terang benderang dari Qasr Arifan tepat ketika Muhammad al-Naqshaband lahir. Hal itu dianggap sebagai petanda bahwa seorang sufi akan muncul dan menyinari dunia dari desa tersebut. Baba Sammasi sesudah itu melanjutkan perjalanannya, mengunjungi kota demi kota di Asia tengah. Sekira 18 tahun kemudian, khoja tersebut kembali ke Qasr Arifan untuk menyambangi rumah tokoh setempat, yakni kakek Muhammad al-Naqshaband. Setelah mengutarakan maksud kedatangannya, ulama tersebut meminta agar cucu sang tuan rumah dibawa ke hadapannya. Al-Naqshaband muda lalu diangkatnya sebagai anak. Sebelum meninggal dunia, Baba Sammasi berpesan kepada penerusnya, yakni Shah Amir Kulali, agar membimbing al-Naqshaband dengan penuh perhatian. Bahkan, sang khoja menekankan wasiatnya itu dengan berkata kepada Shah Amir, "Semua ilmu dan pencerahan spiritual yang telah kuberikan menjadi tidak halal bagimu jika engkau lalai dari melaksanakan pesanku ini." Demikian dinukil dari tulisan Aunul Abied Shah, "Bahauddin Shah Naqshabandi Mahaguru Pembaru Tasawuf" 2009. Semua ilmu dan pencerahan spiritual yang telah kuberikan menjadi tidak halal bagimu jika engkau lalai dari melaksanakan pesanku ini. Shah Muhammad al-Naqshaband hijrah ke Nasaf untuk mengikuti Shah Amir Kulali. Di bawah arahannya, pemuda tersebut semakin mendalami ilmu-ilmu tasawuf. Salah satu latihan spiritual riyadhah yang dilakukannya adalah menjaga hati. Tujuannya agar dirinya selalu menjaga kesopanan dan perasaan sehingga tidak lancang terhadap Allah, Rasulullah SAW, dan para guru. Intinya, menghayati sikap rendah hati dalam kondisi apa pun. Dan, guru pertamanya dalam tasawuf adalah Baba Shamsi. Almarhum telah berpesan agar, sepeninggalan dirinya, Shah al-Naqshaband belajar kepada Shah Amir. Menaati wasiat tersebut adalah salah satu bukti tawadhu kepada sang khoja. Dikisahkan, saat sedang dalam perjalanan menuju Nasaf, remaja yang saleh itu bertemu dengan seorang lelaki misterius. Berpakaian rapi dan penuh wibawa, pria tersebut turun dari kudanya untuk berbicara dengan Shah al-Naqshaband. Rupanya, orang asing itu meminta agar pemuda tersebut mau menjadi muridnya. Dengan penuh kesopanan, al-Naqshaband menolak permintaan tersebut. Ia pun menjelaskan keadaannya yang mesti menunaikan amanah almarhum gurunya. Setelah mendengarkan alasannya, penunggang kuda itu pun pergi. Sesampainya di Nasaf, al-Naqshaband pun menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya kepada Shah Amir. Gurunya tersebut lalu mengungkapkan, sosok misterius itu sesungguhnya adalah Nabi Khidir. "Mengapa engkau menolak menjadi murid sang nabi?" tanya penerus Baba Sammasi itu. "Karena aku telah diperintahkan oleh almarhum khoja untuk menimba ilmu kepadamu," jawabnya. Berbagai kisah yang menakjubkan dikaitkan dengan al-Naqshaband. Sebagai contoh, ia diceritakan mendapatkan ilmu dari seorang alim yang sudah meninggal, Abdul Khaliq Gujdawani. Sebab, dirinya dituturkan pernah berinteraksi dengan roh khoja tersebut. Sejak saat itu, ia dikenal dengan julukan al-Uwaysi karena memperoleh pencerahan dari seorang guru yang tidak pernah ditemuinya -secara fisik- di dunia. Keadaannya persis seperti seorang tabiin, Uwais al-Qarni, yang hidup sezaman dengan Rasulullah SAW, tetapi "hanya" berjumpa secara spiritual dengan dan mendapatkan pelajaran dari roh beliau. Di bawah bimbingan Shah Amir, Shah al-Naqshaband tidak hanya mengkaji tasawuf, tetapi juga ilmu-ilmu keislaman lainnya. Misalnya, akidah, fikih, hadis, dan sejarah kehidupan Nabi SAW sirah nabawiyah. Lantaran amanah gurunya pula, Amir Kulali selalu memberikan perhatian yang lebih kepada muridnya itu. Hingga akhirnya, sang santri dinilai telah mencapai kedalaman ilmu, selayaknya seorang sufi yang siap menuju pintu makrifat. Semua yang ada di sini sudah habis Anda resapi. Maka mengembaralah, Bahauddin! Sebelum merestui kepergian santrinya itu, Shah Amir berkata kepada al-Naqshaband sembari menunjuk pada dadanya sendiri, "Semua yang ada di sini sudah habis Anda resapi. Maka mengembaralah, Bahauddin!" Dari Nasaf, Shah Bahauddin an-Naqsyaband pun berkelana dari satu kota ke kota lainnya. Di setiap tempat, salik tersebut berguru kepada para mursyid terkemuka. Dalam periode tersebut, dirinya juga menunaikan ibadah haji hingga tiga kali. Barulah kemudian, ia menetap di Bukhara guna mengajarkan ilmu dan tarekatnya kepada kaum Muslimin. Sebelumnya, laku tasawuf di Asia tengah umumnya disebut sebagai Tarekat Ishqiyyah. Ini merujuk pada nama tokoh Abu Yazid al-Ishqi, yang silsilah keilmuannya bersambung hingga Abu Yazid al-Bustami wafat 260 H/873 M dan Imam Ja’far as-Sadiq wafat 146 H/763 M. Seiring dengan popularitas Shah Bahauddin, maka perkumpulan dan ajaran-ajaran tasawuf setempat dinamakan Tarekat Naqsyabandiyah atau para pengikut Syekh Bahauddin an-Naqsyaband.’ Hingga tutup usia, mursyid tersebut telah meninggalkan beberapa tulisan. Di antaranya adalah Al-Aurad al-Baha’iyah, Tanbihul Ghafilin, Sulukul Anwar, dan Hidayatus Salikin wa Tuhfatuth Thalibin. Terhadap karya yang pertama itu, para muridnya memberikan tanggapan yang termaktub dalam Manbaul Asrar. Syekh Bahauddin an-Naqsyaband juga menambahkan sebanyak tiga dari total delapan asas yang telah diletakkan Abdul Khaliq Gujdawani. Ketiganya, dalam bahasa Persia, disebut sebagai wuquf-izamani, wuquf-i adadi, dan wuquf-iqalbi. Sejak saat itu, silsilah dari Abdul Khaliq lebih dikenal dengan sebutan Naqsyabandiyah. Menurut Muhammad Rizqy Fauzi dalam tulisannya di laman Nahdlatul Ulama, Syekh Bahauddin meletakkan rumusan-rumusan dasar untuk seorang Mukmin mendekatkan diri kepada Allah. Caranya dengan senantiasa berzikir kepada-Nya. Mursyid tersebut mengajarkan, ikhtiar untuk menjauhkan perhatian dari keramaian manusia dilakukan guna mendekat kepada Rabb semesta alam. Khalwat itu tidak berarti hidup seperti halnya seorang rahib, melainkan melatih fokus batin agar tertuju hanya kepada Allah. Dengan demikian, sekalipun raga bersama banyak orang, kalbunya tetap melakukan zikrullah. Dalam kitab Al-Budha’atul Muzjah, disebutkan sebagai berikut. “Sayyid Bahauddin pernah ditanya perihal tarekatnya. Kemudian ia berkata, Menyendiri dalam keramaian, menghadapkan batin hati kepada al-Haqq Allah, dan menghadapkan badan pada makhluk. Dalam hal ini, terdapat isyarat firman Allah, yang artinya Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah’ QS an-Nur 37.’” Metode zikir yang terutama diajarkannya dilakukan dengan cara diam atau tersembunyi sirr, yakni tidak bergerak dan tidak pula berbunyi. Ia meletakkan kemurnian zikir dan ibadah pada umumnya hanya karena Allah Ta’ala. Sang mursyid pernah menasihati muridnya tentang sebuah doa, “Tuhanku, Engkaulah yang kumaksud dan ridha-Mu-lah yang kuharapkan.” Agar hati dapat tertuju kepada-Nya, seorang salik pun mesti melawan hawa nafsu. Menurut Syekh an-Naqsyaband, itulah cara yang paling dekat menuju ridha Allah. Dengan mengontrol dorongan nafsu, seseorang pun dapat lebih merasa diawasi oleh-Nya. Seperti para sufi ternama, Syekh an-Naqsyaband pun dikisahkan memiliki berbagai karamah. Ambil contoh, sebagaimana diceritakan dalam Jami’ al-Karamat al-Auliya, ketika sang alim dan sahabatnya, Syekh Alauddin al-Aththar berjalan bersama. Cuaca saat itu sedang mendung. Ketika sedang singgah, Syekh an-Naqsyaband bertanya kepada kawan seperjalanannya itu. “Apakah sudah tiba waktu zuhur?” “Belum,” jawab Syekh al-Aththar. “Coba engkau keluar, lalu lihatlah ke langit.” Maka keluarlah Syekh al-Aththar dari tempatnya, untuk menatap ke atas. Tiba-tiba, tersingkaplah hijab alam sehingga dirinya dapat menyaksikan barisan malaikat di langit sedang shalat Zuhur. “Bagaimana menurutmu, apakah waktu Zuhur telah tiba?” tanya Syekh an-Naqsyaband lagi dari dalam. Syekh al-Aththar pun menjadi malu. Ia kemudian membaca istighfar, tetapi hingga beberapa hari kemudian masih memikirkan kejadian tersebut. Syekh Bahauddin wafat pada malam Senin, 3 Rabiul Awal 791 H/1391 M. Konon, pada dadanya terukir lafaz Jalalah atau Allah yang bercahaya. Karena itulah, dirinya dinamakan para pengikutnya sebagai an-Naqsyaband. Kata berbahasa Persia itu berarti gambar yang berbuhul'. Tarekat Naqsyabandiyah tersebar luas dari Asia tengah ke Persia, Anatolia Turki, Anak benua India, dan Nusantara. Di Negeri Sungai Indus, popularitasnya “mengalahkan” Tarekat Syattariyah. Pada zaman modern, jalan salik tersebut bahkan berperan penting dalam syiar Islam di Eropa dan Amerika. Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, simbiosis dengan aliran sufi besar lainnya menghasilkan Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah.
Sebelumnya, ditandai dengan silsilah tarekat yang selalu dihubungkan dengan . Silsilah tarekat naqsyabandiyah di desa sungai ruan. Ulu berasal dari syekh muda muhammad ali idris, ia merupakan orang pertama yang mengenalkan ajaran tarekat . Bagaimana status saya sebagai murit tarikat naqsabandiyah. Terkait dengan syekh abdurrahman batuhampa, salah satu makam guru syekh muda abdul qadim balubus yang sempat kami ziarahi, adalah seorang . Dzikir Dalam 7 Latifah Dzat Alif Satunggal from Isi kitab manaqib tersebut meliputi Sebelumnya, ditandai dengan silsilah tarekat yang selalu dihubungkan dengan . Penulis panjatkan doa, semoga bantuan dan ketulusan yang telah diberikan,. Silsilah tarekat naqsyabandiyah di desa sungai ruan. Dan bukanlah silsilah anda turun daripadanya, melainkan dari guru mursyid yang meninggal tadi. Bagaimana status saya sebagai murit tarikat naqsabandiyah. Dan beliau juga adalah selaku mursyid thariqat . Fazlur rahman melihat kemungkinan bahwa silsilah ini adalah adaptasi para sufi awal dari lembaga isnâd yang dikembangkan para ahli hadis untuk menjamin otoritas . Fazlur rahman melihat kemungkinan bahwa silsilah ini adalah adaptasi para sufi awal dari lembaga isnâd yang dikembangkan para ahli hadis untuk menjamin otoritas . Bagaimana status saya sebagai murit tarikat naqsabandiyah. Penulis panjatkan doa, semoga bantuan dan ketulusan yang telah diberikan,. Dan beliau juga adalah selaku mursyid thariqat . Terkait dengan syekh abdurrahman batuhampa, salah satu makam guru syekh muda abdul qadim balubus yang sempat kami ziarahi, adalah seorang . Pendiri tarekat naqsabandiyah sejak kecil sudah terkenal karena keilmuannya. Isi kitab manaqib tersebut meliputi Ulu berasal dari syekh muda muhammad ali idris, ia merupakan orang pertama yang mengenalkan ajaran tarekat . Dalam silsilah keguruan tarekat ini, sayyidina abu bakar . Gelar sultanul arifin berarti imam besar, orang yang mengatahui, imam tasawuf, pemimpin besar yang pertama dalam tarekat keturunan sayyidina abu . Fazlur rahman melihat kemungkinan bahwa silsilah ini adalah adaptasi para sufi awal dari lembaga isnâd yang dikembangkan para ahli hadis untuk menjamin otoritas . Orang silsilah tarekat naqsyabandiyah, mulai dari ruhani nabi muhammad saw. Sebelumnya, ditandai dengan silsilah tarekat yang selalu dihubungkan dengan . Silsilah tarekat naqsyabandiyah di desa sungai ruan. Isi kitab manaqib tersebut meliputi Sebelumnya, ditandai dengan silsilah tarekat yang selalu dihubungkan dengan . Terkait dengan syekh abdurrahman batuhampa, salah satu makam guru syekh muda abdul qadim balubus yang sempat kami ziarahi, adalah seorang . Fazlur rahman melihat kemungkinan bahwa silsilah ini adalah adaptasi para sufi awal dari lembaga isnâd yang dikembangkan para ahli hadis untuk menjamin otoritas . Dan bukanlah silsilah anda turun daripadanya, melainkan dari guru mursyid yang meninggal tadi. Masyayikh Tarekat 3 Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar from Fazlur rahman melihat kemungkinan bahwa silsilah ini adalah adaptasi para sufi awal dari lembaga isnâd yang dikembangkan para ahli hadis untuk menjamin otoritas . Dan bukanlah silsilah anda turun daripadanya, melainkan dari guru mursyid yang meninggal tadi. Ulu berasal dari syekh muda muhammad ali idris, ia merupakan orang pertama yang mengenalkan ajaran tarekat . Sebelumnya, ditandai dengan silsilah tarekat yang selalu dihubungkan dengan . Terkait dengan syekh abdurrahman batuhampa, salah satu makam guru syekh muda abdul qadim balubus yang sempat kami ziarahi, adalah seorang . Penulis panjatkan doa, semoga bantuan dan ketulusan yang telah diberikan,. Orang silsilah tarekat naqsyabandiyah, mulai dari ruhani nabi muhammad saw. Bagaimana status saya sebagai murit tarikat naqsabandiyah. Dan bukanlah silsilah anda turun daripadanya, melainkan dari guru mursyid yang meninggal tadi. Pendiri tarekat naqsabandiyah sejak kecil sudah terkenal karena keilmuannya. Ulu berasal dari syekh muda muhammad ali idris, ia merupakan orang pertama yang mengenalkan ajaran tarekat . Isi kitab manaqib tersebut meliputi Sebelumnya, ditandai dengan silsilah tarekat yang selalu dihubungkan dengan . Dan bukanlah silsilah anda turun daripadanya, melainkan dari guru mursyid yang meninggal tadi. Dalam silsilah keguruan tarekat ini, sayyidina abu bakar . Dan beliau juga adalah selaku mursyid thariqat . Penulis panjatkan doa, semoga bantuan dan ketulusan yang telah diberikan,. Gelar sultanul arifin berarti imam besar, orang yang mengatahui, imam tasawuf, pemimpin besar yang pertama dalam tarekat keturunan sayyidina abu . Orang silsilah tarekat naqsyabandiyah, mulai dari ruhani nabi muhammad saw. Fazlur rahman melihat kemungkinan bahwa silsilah ini adalah adaptasi para sufi awal dari lembaga isnâd yang dikembangkan para ahli hadis untuk menjamin otoritas . Silsilah tarekat naqsyabandiyah di desa sungai ruan. Terkait dengan syekh abdurrahman batuhampa, salah satu makam guru syekh muda abdul qadim balubus yang sempat kami ziarahi, adalah seorang . Penulis panjatkan doa, semoga bantuan dan ketulusan yang telah diberikan,. Dan beliau juga adalah selaku mursyid thariqat . Ulu berasal dari syekh muda muhammad ali idris, ia merupakan orang pertama yang mengenalkan ajaran tarekat . Isi kitab manaqib tersebut meliputi Bagaimana status saya sebagai murit tarikat naqsabandiyah. Dzikir Dalam 7 Latifah Dzat Alif Satunggal from Fazlur rahman melihat kemungkinan bahwa silsilah ini adalah adaptasi para sufi awal dari lembaga isnâd yang dikembangkan para ahli hadis untuk menjamin otoritas . Pendiri tarekat naqsabandiyah sejak kecil sudah terkenal karena keilmuannya. Dalam silsilah keguruan tarekat ini, sayyidina abu bakar . Sebelumnya, ditandai dengan silsilah tarekat yang selalu dihubungkan dengan . Penulis panjatkan doa, semoga bantuan dan ketulusan yang telah diberikan,. Silsilah tarekat naqsyabandiyah di desa sungai ruan. Dan beliau juga adalah selaku mursyid thariqat . Gelar sultanul arifin berarti imam besar, orang yang mengatahui, imam tasawuf, pemimpin besar yang pertama dalam tarekat keturunan sayyidina abu . Sebelumnya, ditandai dengan silsilah tarekat yang selalu dihubungkan dengan . Dalam silsilah keguruan tarekat ini, sayyidina abu bakar . Fazlur rahman melihat kemungkinan bahwa silsilah ini adalah adaptasi para sufi awal dari lembaga isnâd yang dikembangkan para ahli hadis untuk menjamin otoritas . Sebelumnya, ditandai dengan silsilah tarekat yang selalu dihubungkan dengan . Dan beliau juga adalah selaku mursyid thariqat . Gelar sultanul arifin berarti imam besar, orang yang mengatahui, imam tasawuf, pemimpin besar yang pertama dalam tarekat keturunan sayyidina abu . Ulu berasal dari syekh muda muhammad ali idris, ia merupakan orang pertama yang mengenalkan ajaran tarekat . Bagaimana status saya sebagai murit tarikat naqsabandiyah. Penulis panjatkan doa, semoga bantuan dan ketulusan yang telah diberikan,. Terkait dengan syekh abdurrahman batuhampa, salah satu makam guru syekh muda abdul qadim balubus yang sempat kami ziarahi, adalah seorang . Pendiri tarekat naqsabandiyah sejak kecil sudah terkenal karena keilmuannya. Orang silsilah tarekat naqsyabandiyah, mulai dari ruhani nabi muhammad saw. Silsilah tarekat naqsyabandiyah di desa sungai ruan. Dan bukanlah silsilah anda turun daripadanya, melainkan dari guru mursyid yang meninggal tadi. Doa Silsilah Tarekat Naqsyabandiyah / Dzikir Dalam 7 Latifah Dzat Alif Satunggal - Dalam silsilah keguruan tarekat ini, sayyidina abu bakar .. Ulu berasal dari syekh muda muhammad ali idris, ia merupakan orang pertama yang mengenalkan ajaran tarekat . Dan beliau juga adalah selaku mursyid thariqat . Fazlur rahman melihat kemungkinan bahwa silsilah ini adalah adaptasi para sufi awal dari lembaga isnâd yang dikembangkan para ahli hadis untuk menjamin otoritas . Terkait dengan syekh abdurrahman batuhampa, salah satu makam guru syekh muda abdul qadim balubus yang sempat kami ziarahi, adalah seorang . Orang silsilah tarekat naqsyabandiyah, mulai dari ruhani nabi muhammad saw.
Zikir Tarekat Naqsyabandiyah bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan lisan jahr atau dengan sirri qolbi. Kedua jenis zikir ini masing-masing mempunyai dasar yang diambil dari sumber hukum Islam, yakni al-Qur’an dan as-Sunnah. Zikir jahr menggunakan media lisan untuk berzikir. Hal ini terkadang tidak mudah untuk dilaksanakan setiap waktu. Berbeda dengan zikir sirr yang menggunakan media hati sebagai sarana zikirnya, sehingga meskipun dalam keadaan berdagang sekalipun, zikir masih tetap bisa dilaksanakan Tanwîr al-Qulûb, halaman 508. Dalil tentang Zikir Qolbi atau Zikir Sirri Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa zikir terbagi menjadi dua macam yaitu zikir jahr dan zikir sirri. Zikir jahr dengan menggunakan lisan, sedangkan zikir sirri dengan menggunakan hati. Tentang dasar nash yang menguatkan keutamaan zikir sirri ini sebagaimana yang termaktub dalam Hadis berikut ini وَقَالَ وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ» أَيْ فِيْ قَلْبِكَ …. وَرَوَى أَبُوْ عَوَانَةٍ وَابْنُ حِبَّانٍ فِيْ صَحِيْحَيْهِمَا وَالْبَيْهَقِيُّ خَيْرُ الذِّكْرِ الْخَفِيُّ وَخَيْرُ الرِّزْقِ مَا يَكْفِيْ». وَقَالَ الذِّكْرُ الَّذِيْ لاَ تَسْمَعُهُ الْحَفَظَةُ يَزِيْدُ عَلَى الذِّكْرِ الَّذِيْ تَسْمَعُهُ الْحَفَظَةُ سَبْعِيْنَ ضَعْفًا» رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ. تنوير القلوب، ص 509 Allah berfirman “Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu” maksud dari kata nafsika adalah dalam hatimu…. Dan diriwayatkan dari Abu Awanah dan Ibn Hibban dalam kedua kitab shohihnya, dan dari Imam Baihaqi “Sebaik-baik zikir adalah yang samar, dan sebaik-baik rizki adalah yang cukup”. Rasulullah bersabda “Zikir yang tidak terdengar oleh malaikat Hafadzoh itu lebih baik dari zikir yang terdengar oleh malaikat Hafadzoh dengan 70 kali lipat” hadist riwayat Imam Baihaqi Tanwîr al-Qulûb, halaman 509. Guru Naqsyabandi memilih zikir dalam hati, karena hati itu tempat melihat Allah yang Maha Pengampun, tempat iman, tempat sumber Rahasia dan sumber cahaya. Dengan keadaan hati yang baik, maka seluruh jasad pun baik. Sebaliknya, jika hati rusak maka seluruh jasad pun rusak. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam sabda Nabi SAW. Seorang hamba tidak bisa dikatakan seorang mukmin kecuali dia mengikat hatinya atas kewajiban iman, dan tidak sah apabila beribadah tanpa disertai dengan niat Tanwîr al-Qulûb, halaman 508. Lafadz Zikir Qolbi Sebagaimana disebutkan dalam Tanwîr al-Qulûb, halaman 511 bahwa zikir qolbi terbagi menjadi dua macam; yang pertama adalah dengan menggunakan Ismudz Dzaat dan yang kedua dengan Nafi Itsbat. Zikir Ismudz Dzaat menggunakan lafadz الله, sesuai dengan firman Allah Swt. إِنَّنِيْ أَنَا اللهُ طه 14 Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, Qs. Thaha 14. قُلِ الله ثُمَّ ذَرْهُمْ فِيْ خَوْضِهِمْ يَلْعَبُوْنَ الأنعام 91 Katakanlah Allah, kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya, Qs. al-An’am 91. Maqâm Zikir Berikut ini adalah maqâm-maqâm zikir dalam tarekat Lathifatul Qolbi, beRada di bawah payudara kiri dengan jarak kira-kira dua jari. Yang menjadi wilayah Nabi Adam As. Lathifatul Qolbi menjadi tempat nafsu lawwamah yang mempunyai 9 watak, yaitu; اللَّوَّامَة sifat yang suka mencela terhadap orang lainاللَّهْوُ sifat menyenangkan nafsuالْمَكَر menipuالْعُجْب memuji terhadap amal perbuatannya sendiri meRasa dirinya yang lebih baikالْغِيْبَة sifat suka mengguncing orang lainالرِّيَاء memamerkan perbuatan dirinya sendiriالظُّلْم berbuat aniayaالْكِذْب bohongالْغَفْلَة lupa dari Allah Tanbiih Lathifatul qalbi ini selalu dilakukan untuk berzikir kepada Allah dengan berkah tawajjuhan para masyayikh dan anugRAh dari Allah SWT. semoga nafsu lawwamah bisa dikalahkan serta dihilangkan dengan mendapat syafaat Rasulullah SAW. Amin, amin, amin yaa Rabbal alamin. Lathifatur Rûh, berada di bawah payudara kanan dengan jarak kira-kira dua jari, yang menjadi wilayah nabi Nuh As. dan nabi IbRahim As. Lathifatur Rûh menjadi tempat nafsu mulhimah yang mempunyai 7 watak, yaitu; السَخَاوَة dermawanالقَنَاعَة menerima apa adanyaالْحِلْم sabar dan pemaafالتَّوَاضُع tawadhu’التَّوْبَة meminta maaf atas perbuatan yang telah dilakukan dan menyesal terhadap perbuatan yang jelekالصَّبْر sabarالتَّحَمُّل berani menanggung ujian dan sengsara Tanbih Lathifatur Ruuh ini selalu dilakukan untuk berzikir kepada Allah SWT. dengan berkah tawajjuhan para masyayikh dan anugrah Allah SWT. semoga nafsu mulhimah bisa dilakukan dengan baik karena syafa’at Rasulullah SAW. Amin, amin, amin yaa Rabbal alamin. Lathifatus Sirri, berada di atas payudara kiri dengan jarak kira-kira dua jari jantung. Yang menjadi wilayah nabi Musa As. tempat zikir yang menjadi alam amar nabi Musa as.. Lathifatus sirri menjadi tempatnya nafsu muthmainnah yang memiliki 6 watak, yaitu; الْجُوْد dermawan terhadap semua harta yang dimilikiالتَّوَكُل pasrah kepada Allah ibadah dengan ikhlâsالشُّكْر syukur atas apa yang diberikan oleh Allah rela dengan apa yang menjadi kehendak Allah takut melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Tanbih Lathifatus Sirri ini selalu digunakan untuk berzikir kepada Allah SWT. Dengan berkah tawajjuhan para masyayikh dan anugRAh dari Allah SWT. semoga nafsu muthmainnah bisa abadi diamalkan sehingga husnul khâtimah dengan mendapat syafa’at dari Rasulullah SAW. Amin, amin, amin yaa Rabbal alamin. Lathifatul Khafiy, berada di atas payudara kanan dengan jarak kira-kira dua jari paru-paru. Yang menjadi wilayah nabi Isa As. tempat zikir alam amar nabi Isa as.. Lathifatul Khafiy menjadi tempatnya nafsu mardhiyyah yang mempunyai 6 watak, yaitu; حُسْنُ الْخُلُق etika yang baikاللُّطْف mengasihi terhadap sesamaحَمْلُ الْخَلْقِ عَلَى الصَّلاَحِ mengajak untuk melakukan kebaikanتَرْكُ مَا سِوَى اللهِ meninggalkan segala sesuatu selain Allah SWT.الصَّفْحُ عَنْ ذُنُوْبِ الْخَلْقِ memaafkan kesalahan sesama makhlukحُبُّ الْخَلْقِ وَالْمَيْلِ إِلَيْهِمْ لِإِخْرَاجِهِمْ مِنْ طَبَائِعِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ إِلَى أَنْوَارِ أَرْوَاحِهِمْ cinta dan senang kepada sesama makhluk untuk membebaskan mereka dari segala kebiasaan buruk dan kesenangan hawa nafsu menuju sifat malakaniyah, mahmudah, dan akhlak yang mulia. Tanbih Lathifatul Khafy ini selalu digunakan untuk berzikir kepada Allah SWT. Dengan berkah tawajjuhan para masyayikh dan anugrah dari Allah Swt semoga nafsu mardliyayah bisa abadi diamalkan sehingga husnul khâtimah dengan mendapat syafa’at dari Rasulullah Saw Amin, amin, amin yaa Rabbal alamin. Lathifatul Akhfâ, berada di tengah-tengah dada, tepatnya berada diantara hati sanubari dan lathifatur Rûh. Tempat Lathifatul Akhfâ ada di ginjal. Yang menjadi wilayah Rasulullah SAW. tempat zikir alam amar Rasulullah SAW.. Lathifatul Akhfâ menjadi tempatnya nafsu kâmilah, maksudnya nafsu yang lebih sempurna, yang memiliki 3 watak, yaitu; عِلْمُ الْيَقِيْن pengetahuan yang nyataعَيْنُ الْيَقِيْن keadaan yang nyataحَقُّ الْيَقِيْن kebenaran yang nyata Tanbih Lathifatul Akhfâ ini selalu digunakan untuk berzikir kepada Allah SWT., dengan berkah tawajjuhan para masyayikh dan anugrah dari Allah SWT. semoga nafsu kâmilah bisa karamah dan istiqâmah sehingga husnul khâtimah dengan mendapat syafa’at dari Rasulullah SAW. Amin, amin, amin yaa Rabbal alamin. Lathifatun Nafsi an-Nathiqah, berada di tengah kening tepatnya di antara dua alis, yaitu berada dalam otak pusat berpikir. Lathifatun Nafsi an-Nathiqah menjadi tempat nafsu ammarah nafsu yang mengarah pada keburukan yang memiliki 7 watak, yaitu; الْبُخْلُ pelit atau kikirالْحِرْصُ cinta duniaالْحَسَدُ iri, dengkiالْجَهْلُ bodohالْكِبْرُ sombongالشَّهْوَةُ mengikuti kesenangan hawa nafsu yang tidak sesuai dengan syari’atالْغَضَبُ maRah karena mengikuti hawa nafsu Tanbih Lathifatun Nafsi an-Nathiqah ini selalu digunakan untuk berzikir kepada Allah SWT., dengan berkah tawajjuhan para masyayikh dan anugrah dari Allah SWT. semoga nafsu amarah bisa berkurang dan musnah dengan mendapat syafa’at dari Rasulullah SAW. Amin, amin, amin yaa Rabbal alamin. Lathifatul Jâmi’ul Badan, berada di seluruh tubuh dari hati sanubari diarahkan ke kepala, kemudian diarahkan ke seluruh tubuh yang meliputi kulit, daging, tulang, sumsum, otot, darah dan rambut yang kesemuanya itu berzikir. Lathifatul Jâmi’ul badan menjadi tempat nafsu mardhiyah yaitu nafsu yang senantiasa ridha, yang memiliki 6 watak, yaitu; الْكَرَمُ dermawanالزُّهْدُ menghindari urusan duniawiyah harta benda yang tidak sesuai dengan syari’at dan menerima yang halal meskipun sedikitالإِخْلاَصُ mengatur niat yang lebih utama, melakukan kebaikan karena Allah SWT.الْوَرَعُ menjaga diri dari barang syubhat dan haramالرِّيَاضَة menjauhi perbuatan yang tidak terpuji dan melakukan perbuatan yang terpuji dan menggunakan akhlak malakaniyyah seperti khalwat menyendiri untuk beribadah, berzikir, muraqabah, tafakkur, dan terjaga tidak tidur, lapar, diam dan berbicara yang sesuai dengan syari’atالْوَفَاءُ menepati janji baiat Tanbih Lathifatul jaami’ul badan ini selalu digunakan untuk berzikir kepada Allah SWT., dengan berkah tawajjuhan para masyayikh dan anugrah dari Allah Swt semoga nafsu mardhiyyah bisa istiqâmah dan husnul khâtimah dengan mendapat syafa’at dari Rasulullah SAW. Amin, amin, amin yaa Rabbal alamin. Allah berfirman “Aku ada dalam pecahan-pecahan hati mereka”… Lalu seorang Salik berzikir lathifatul qolbi. Ketika cahaya dari lathifah tersebut telah keluar dari arah pundaknya dan naik, atau dia telah merasakan getaran atau gerakan kuat, maka lalu dia membisikkan pada latifatur ruuh yang berada di bawah payudara kanan dengan jarak kira-kira dua jari. Zikir di lathifatur ruuh, dan wuquf di hati, sebagaimana orang yang melihat dua arah dengan satu pandangan. Jika sudah terjadi gerakan pada lathifatur ruuh dan telah sibuk berzikir, maka dia bisikkan pada lathifatus sirri, yang berada di atas payudara kiri dengan jarak dua jari. Berzikir di lathifatus sirri, dan juga wuquf di hati. Kemudian, jika lathifatus sirri telah sibuk dengan zikir, maka dia mulai bisikkan pada lathifatul khofiy yang berada di atas payudara kanan dengan jarak 2 jari. Lalu dia bisikkan pada lathifatul akhfaa, yang berada di tengah-tengah dada. Dan jika dia telah sibuk dengannya sebagaimana sebelumnya, maka dia bisikkan pada lathifatun nafsi yang berada di antara dua mata dan dua alis beserta wuquf qolbi di seluruh zikir lathaif, lalu dilanjutkan pada lafhifatul jasad. Dengan demikian dia berzikir dengan seluruh badan setelah dia bentangkan wuquf pada seluruh anggota tubuhnya dan tempat tumbuhnya bulu. Jika zikir telah berpengaruh pada seluruh tubuh, adakalanya dengan getaran kecil atau zikir yang berjalan di seluruh tubuhnya yang tebal. Dengan demikian, tubuhnya bagaikan hati yang bergerak dengan zikir, mulai dari bawah hingga ke atas tubuh, dan ini disebut sebagai sulthon zikir Jâmi’ al-Ushûl fi al-Auliyâ’, halaman 25. Sumber
doa silsilah tarekat naqsyabandiyah